Kiamat Software Microsoft di 2026, Windows 11 24H2 & Office 2021 Resmi Pensiun, Ini Nasib Lisensi Kamu!

Microsoft Bersih-Bersih di 2026: Windows 11 24H2 & Office 2021 Memasuki end-of-life

Awal tahun biasanya jadi momen refleksi bagi banyak perusahaan, tapi untuk ekosistem Microsoft, 2026 justru terasa seperti deadline. Tanpa banyak gembar-gembor, saya menemukan bahwa Microsoft telah menyusun daftar panjang produk yang akan memasuki fase end-of-life — mulai dari Windows 11 24H2, Office 2021, hingga platform enterprise dan berbagai developer tools.

Buat sebagian kalian, ini mungkin terdengar seperti rutinitas tahunan. Tapi kalau dilihat lebih jauh, pola ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar: Ritme support Microsoft makin cepat, makin ketat, dan makin mahal bagi pengguna yang masih bertahan di software lama.

Windows 11 24H2: Umur Pendek untuk Update Kontroversial

Windows 11 versi 24H2 resmi dirilis pada 1 Oktober 2024. Secara teori, versi ini mengikuti siklus hidup standar Windows 11 Home dan Pro: dua tahun dukungan penuh. Artinya, pada 13 Oktober 2026, versi ini akan resmi memasuki status end-of-life.

Yang menarik, 24H2 bukanlah update terbaik. Setelah saya cek ulang, ternyata ini adalah salah satu rilis Windows 11 yang paling banyak menuai keluhan dari user.

Masalah Bug, Patch, dan Upgrade Paksa

Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan Windows 11 sejak awal, 24H2 dikenal sebagai update super besar yang datang dengan banyak masalah:

  • Bug performa di beberapa konfigurasi hardware
  • Masalah kompatibilitas driver
  • Patch susulan bertubi-tubi

Kini, Microsoft sudah mulai mendorong upgrade otomatis ke Windows 11 versi 25H2. Seperti biasa, menjelang end-of-life, opsi “update nanti saja” akan perlahan menghilang. Memaksa kamu untuk update! 😅

Ironisnya, 25H2 sendiri membawa perubahan yang relatif minor. Tidak ada lompatan besar. Fokusnya lebih ke stabilitas dan penyempurnaan aja sih kalo menurut saya.

Dengan kata lain, pengguna dipaksa pindah bukan karena fitur, tapi karena waktu dukungan habis.

Windows 11 24H2 yang memasuki end-of-life pada 2026

Windows 11 SE: Eksperimen Pendidikan yang Gagal Total

Bersamaan dengan berakhirnya Windows 11 24H2, Microsoft juga akan mengakhiri Windows 11 SE.

Windows 11 SE pertama kali diperkenalkan pada 2021 sebagai “jawaban” Microsoft terhadap ChromeOS. Targetnya jelas: laptop murah untuk sekolah, sistem ringan, berbasis cloud, dan mudah dikelola admin IT.

Akhir Jalan di Oktober 2026

Microsoft sendiri sudah mengonfirmasi bahwa 24H2 adalah versi Windows terakhir yang mendukung Windows 11 SE. Ketika 24H2 mencapai end-of-life, Windows 11 SE otomatis ikut pensiun.

Dalam praktiknya, Windows 11 SE gagal karena:

  • Ekosistem aplikasi yang terlalu dibatasi
  • Ketergantungan tinggi pada Microsoft Store
  • Minim fleksibilitas dibanding ChromeOS

Bagi institusi pendidikan, ini bukan sekadar berita sepele sih. Ini berarti kewajiban untuk migrasi perangkat, pelatihan ulang, dan biaya tambahan. Kasus ChromeBook Nadiem aja belom beres, ini udah disuruh beli perangkat baru lagi sama Microsoft.🥲

Windows Enterprise & Education: Aman, Tapi Tetap Terbatas

Microsoft memang memberi “bonus waktu” untuk edisi non-konsumen, tapi bukan berarti aman selamanya.

  • Windows 11 Home & Pro 23H2 sudah end-of-life sejak November 2025
  • Windows 11 Enterprise, Education, dan IoT akan menyusul pada 10 November 2026

Ini konsisten dengan strategi Microsoft: bisnis dan institusi dapat waktu tambahan untuk setiap supportnya, tapi tetap diarahkan untuk upgrade berkala.

Office 2021: Akhir dari Era Lisensi Murah

Salah satu dampak paling terasa bagi home user & UMKM adalah end-of-life dari Microsoft Office 2021.

Office 2021 dirilis pada 5 Oktober 2021, dan Microsoft akan menghentikan segala support untuk aplikasi ini pada 13 Oktober 2026. Tepat lima tahun. Tidak kurang, tidak lebih. Yang berarti, sudah tidak ada lagi pembaruan, tidak ada lagi security update, dan tidak ada lagi patch untuk OS terbaru.

Masalahnya Aplikasi Office 2021 Masih Populer & Masif Digunakan

Office 2021 masih sangat populer karena satu alasan sederhana: lisensinya murah banget. Bahkan saat ini, lisensinya sering dijual di kisaran harga yang jauh di bawah versi terbaru.

Setelah end-of-life:

  • Tidak ada security update
  • Tidak ada perbaikan bug
  • Risiko kompatibilitas

Satu-satunya opsi non-subscription adalah membeli lisensi Microsoft Office 2024, dengan harga normal sekitar $150. Diskon memang ada, tapi tetap jauh lebih mahal dibanding Office 2021.

Apa yang Ditawarkan Microsoft Office 2024?

Secara fitur, peningkatannya terasa inkremental:

  • Word 2024: dukungan ODF 1.4, recovery dokumen lebih baik
  • Excel 2024: array function baru untuk formula kompleks
  • PowerPoint 2024: voice recording, closed captions, dan fitur video tambahan

Tidak buruk, tapi juga tidak cukup revolusioner untuk semua orang. Di sinilah dilema pengguna muncul: upgrade mahal atau bertahan di software end-of-life. Saya pun juga bingung sebenernya. 😭

Microsoft Office 2021 end-of-life dan upgrade ke Office 2024

Daftar Produk Microsoft yang end-of-life di 2026

Nama Produk Tanggal End-of-Life Kategori Software
Windows 11 24H2 13 Oktober 2026 Sistem Operasi
Windows 11 SE Oktober 2026 Sistem Operasi Pendidikan
Office 2021 13 Oktober 2026 Produktivitas
Office LTSC 2021 13 Oktober 2026 Produktivitas Enterprise
Windows 11 Enterprise / Education 23H2 10 November 2026 Sistem Operasi Enterprise
Advanced Threat Analytics 1.x 13 Januari 2026 Keamanan
SharePoint Server 2016 / 2019 14 Juli 2026 Server & Collaboration
Project Server 2016 / 2019 14 Juli 2026 Manajemen Proyek
.NET 9 12 Mei 2026 Framework Developer
.NET 8 LTS 10 November 2026 Framework Developer
PowerShell 7.4 LTS 10 November 2026 Automation & Scripting

Kesimpulan: 2026 Jadi Akhir Banyak Aplikasi Microsoft

Jika ditarik garis besar, 2026 adalah tahun di mana Microsoft dengan tegas berkata:

“upgrade atau terima risikonya! hahahaha.” dengan nada ketawa iblis. 😂

Dengan semakin banyak produk yang memasuki fase end-of-life, pengguna khususnya perusahaan, tidak lagi bisa menunda keputusan terlalu lama. Entah itu migrasi ke versi terbaru, beralih ke alternatif, atau menerima risiko keamanan, semuanya punya konsekuensi.

Satu hal yang jelas: siklus hidup software Microsoft semakin cepat. Dan bagi pengguna, strategi “pakai selama mungkin” kini semakin sulit dipertahankan.

Gimana menurut kamu sob? 🙄

Leave a Response